Selasa, 06 Oktober 2015

Pariwisata Lampung "Hilang dari Peta”


Pariwisata Lampung,
"Hilang dari Peta”

Lampung merupakan salah satu provinsi yang memiliki potensi wisata unggulan seperti : Gunung Anak Krakatau, Menara Siger, yang terletak di kabupaten Lampung Selatan, Surving , Taman Nasional Bukit Barisan Selatan di Pesisir Barat, Sekolah gajah Way Kambas di Lampung Timur, Teluk Kiluan di Tanggamus dan Bandarlampung sebagai ibukota Provonsi Lampung.

Bicara patiwisata, Lampung saat ini masih harus berbenah diri selain infrastuktur yang menjadi kendala utama, namun sisi lain seperti promosi pariwisata Lampung juga tetlihat kurang maksimal. Sejauh ini apa yang telah dipromosikan oleh dinas terkait, yang perlu diingat pariwisata Lampung sejak tahun 1985 telah dikenal ke mancanegara, yakni dengan didirikannya sekolah gajah Way Kambas, di Lampung Timur.
Lebih dari itu ada beberapa kapal pesiar yang telah masuk ke Lampung untuk menurunkan wisatawannya, seperti Kapal Pesiar Asmara Lumba lumba dan Awani Dream. Namun demikian semua ini hilang tanpa jejak, anggaran promosi pariwisata Lampung setiap tahun terus bergulir, namun apa hendak dikata, Lampung semakin prihatin terhadap masuknya kunjungan wisatawan.
Sekolah Gajah Way Kambas, yang dulu jadi pusat kunjungan wisatawan baik ditingkat nasional maupun internasional, perlahan lahan mulai dilupakan oleh para wisatawan, Way Kambas bukan lagi tempat yang menarik untuk melakukan kunjungan wisata, karena apa yang ada di lokasi tersebut sudah sulit untuk dijadikan tontonan bagi wisatawan

Disparekraf Provinsi Lampung sebagai instansi yang bertanggungjawab atas maju dan mundurnya kepariwisataan Lampung, harus mampu memetakan pariwisata Lampung, baik ketingkat annasional maupun intetnasional.
Bagaimana program dinas dapat tersosilisasikan dengan baik, bila dinas terkait begitu apriori terhadap wartawan, sosialisasi publikasi dilakukan dinas terkait cukup satu kali saja, pada saat Fetival Krakatau berlangsung.
Sayangnya harapan tinggal harapan, program dinas yang diungulkanpun belum mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan masuk ke Lampung. Bahkan yang ada sebaliknya, para pelajar mahasiswa dan pegawai mereka melakukan study tour maupun acara kantor di luar Lampung. Inikan terkesan Pariwisata Lampung Hilang Dari “Peta”, tidak terlihat bahwa di Lampung memiliki potensi yang luar biasa, pertanyaannya sudah sejauhmana promosi yang dilakukan dinas terkait ?

Sementara bila kita melihat perkembangan pariwisata di Pulau Jawa, ini sangat luar biasa, aemua telah tetpromosikan dengan baik, sehingga wisatawan bisa berkunjung dengan rasa aman dan nyaman. Sebagai pembanding, bisa kita liat Ciater, tempat pemandian air panas, dimana pengunjung yang hadir dari berbagai penjuru nusantara, harga tiketnya terjangkau, tempatnya nyaman dan asri, c indera matanya murah meriah, wisatawan merasa senang, bahkan ada yang telah berkali kali berkunjung ke tempat ini lantaran ada kenangan yang membuat wisatawan menjadi rindu untuk datang kembali.

Selain iitu, Kebun Raya Cibodas, yang tampaknya biasa biasa saja, namun pengunjungnya membludak, begitupun objek wisata Taman Wisata Matahari yang terletak di Cipanas, kecamatan Megamendung Puncak kabupaten Bogpr, lokasi yang culup sederhana ini namun pengunjungnya berlimpah.

Bila melihat jumlah kunjungan yang berlimpah disetiap objek wisata, dampaknya masyarakat juga yang akan diuntungkan, karena wisatawan memiliki berbagai kebutuhan, seperti makan minum, tempat bermalam, dan yang tak bisa dihindarkan adalah cindera mata, dengan demikian akan tumbuh dan berkembang ekonomi pro rakyat.
Diharapkan Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardo dapat menyikapi kondisi kepariwisataan di Provinsi Lampung ini, karena melihat 7 program unggulan Pariwisata Lampung bukan hanya sekedar program, tapi perlu realisasi yang dibutuhkan oleh wisatawan yang datang ke Lampung ini.

Kapan Pariwisata Lampung akan memiliki dampak ekonomi seperti di atas ? jawabnya hanya Tuhan yang tahu !

0 komentar:

Posting Komentar